9 Maret 2016

Produk Berbahaya Mengapa Diperbolehkan?

- 0 komentar

Seiring kemajuan zaman manusia semakin kritis. Semua hal di kritisi. Dari mulai politik, tulisan , pakaian, mode bahkan makanan di kritisi. Kita mungkin telah mendengar ada produk tertentu mengandung zat berbahaya.  Mainan mengandung zat berbahaya, makanan mengandung zat berbahaya. Makanan olahan pabrik mengandung zat berbahaya seperti MSG, zat pewarna, zat pemanis buatan bahkan zat lain yang tidak diketahui penulis.

Hal ini seharusnya diketahui otoritas pemerintah yang berwenang seperti BPOM untuk mengawasinya. Zat seperti ini seingat saya seperti yang pernah dikatakan guru kimia SMA saya akan aman jika dikonsumsi sekali karena kandungannya sedikit, akan tetapi menjadi berbahaya jika dikonsumsi rutin oleh konsumen.  Karena dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker dan lain-lain. Jadi jika hal ini benar maka seharusnya BPOM memberi peringatan akan bahayanya kepada konsumen. BPOM juga seharusnya melarang iklan produk mengandung zat berbahaya karena menyesatkan konsumen. Karena jika hal ini tidak dilakukan pemerintah bisa dianggap lalai dan dapat dituntut karena tidak memberikan peringatan kepada produsen dan tidak melindungi konsumen.

Seharusnya pemerintah melalui BPOM mulai jeli akan hal ini. Agar konsumen merasa dilindungi dalam mengkonsumsi makanan berbahaya. Demi kebaikan bersama dan demi Indonesia sehat dan kuat.

[Continue reading...]

6 Maret 2016

Mirisnya Kasus Ina Si Nononk

- 0 komentar

Akhir-akhir ini heboh ada kasus foto tak senonoh di internet. Yang buat lebih heboh karena ini anak siswi SD foto syur dengan pacarnya di media sosial FB. Bayangkan siswi SD sudah sanggup berbuat demikian , bagaimana siswi SMP, SMA atau mahasiswa? Yang lebih miris cara nih anak mengomentari komentar citizen di jawab dengan munafik yang sebenarnya mencerminkan jawaban yang memperihatinkan.

Kak Seto menanggapi kasus ini sebagai keprihatinan. Tetapi mengapa ini bisa terjadi? Saat ini memang telah terjadi pergeseran moral dan etika di tengah masyarakat. Parahnya lagi tidak diimbangi dengan pendidikan moral dan pengawasan orang tua dan masyarakat yang buruk. Pergaulan bebas dan penurunan nilai-nilai dimasyarakat semakin terasa. Anak hidup seperti di belantara liar dan buas yang siap menerkam.

Lihatlah sekarang pelajaran sekolah minim pelajaran agama dan etika. Sementara serbuan internet dengan segala akibatnya memerlukan filter dari si anak. Apa saja gampang dicari di internet
Si anak yang rasa ingin tahunya besar tentu akan mencari apa saja demi memuaskan pemasarannya itu. Internet mudah didapat di warnet, smartphone yang kini harganya terjangkau.

Pelajaran agama yang bisa memfilter si anak semakin langkah. Pengawasan orang tua terasa kurang karena banyaknya kedua orang tua bekerja demi memewahkan kehidupan si anak, tetapi orang tua lupa harus mengontrol perilaku si anak agar jangan sampai terjerumus ke perilaku menyimpang. Pengawasan masyarakat perlu karena jika ada perilaku menyimpang dari anak perlu ditegur oleh masyarakat yang mengetahui sehingga tidak ada pembiaran tindakan yang salah dan harus ditegur. Sekolah pun punya peran dalam mendidik siswanya . Ajari anak dengan benar dan kasih sayang serta pantau keberadaan siswa jangan dibiarkan apabila bolos segera laporkan kepada orang tua dan polisi jika ada unsur kriminalnya.

Jadi intinya tanamkan ajaran agama lebih kuat, awasi anak kita dan perbanyak kasih sayang pada mereka. Berilah contoh baik pada mereka karena biasanya anak akan mudah meniru orang tuanya. Jadi marilah kita jaga anak kita agar menjadi manusia berguna bagi keluarga dan lingkungan.

Kepada pemerintah diharapkan peran aktif mengawasi tontonan televisi agar lebih mendidik dan berguna jangan hanya acara pencarian bakat penyanyi dan acara para banci yang diperbanyak yang membuat masyarakat semakin bodoh. Karena tontonan TV sedikit banyak mempengaruhi penontonnya. Perbanyaklah tontonan yang edukatif yang dapat membangun kecerdasan masyarakat.

[Continue reading...]

10 Februari 2016

Mengapa Banjir Melanda Kita?

- 0 komentar

Musim hujan telah tiba, merupakan berkah bagi petani padi, hewan dan tumbuhan akan tetapi bisa merupakan bencana bagi sebagian manusia. Tanaman menghijau dedaunan melambai hijau segar dan udara menjadi bersih dan segar, itulah hujan merupakan salah satu rahmat terbesar dariNya. Hewan bergembira karena makanan berlimpah bergembira karena musim kawin tiba.

Tetapi sebagian manusia merasa kesusahan karena melimpahnya air yang diterima karena banjir melanda. Banjir membuat sebagian dari kita menjadi musibah. Mengapa banjir melanda kita? Mungkin ada yang mengatakan Tuhan marah pada kita. Ada yang mengatakan karena kerusakan alam. Atau entah apalagi yang dapat dikatakan.

Seperti halnya manusia , air juga mempunyai tempat alias rumah. Danau, sungai, parit selokan, waduk , sumur dan sebagainya merupakan rumah dari air. Yang selama ini sadar atau tidak kita membangun baik itu membangun rumah, hotel, kantor , pertokoan dan sebagainya dengan "menggusur rumah" si air tadi. Daerah sawah ditimbun, waduk ditimbun, parit ditutup , membangun jalan tanpa drainase yang baik, merusak ekosistem pegunungan dan dataran tinggi. Alhasil kala hujan turun maka ia akan mencari rumahnya. Sayang rumahnya sudah ditempati manusia jadi akhirnya air ikhlas hidup bersama dengan manusia. Air dapat ikhlas menerima hidup dengan manusia akan tetapi manusia tak sanggup hidup bersama air.

Jika air mengambil rumahnya maka banjir melanda. Musibah atau apapun namanya terjadi karena kita yang kadang ceroboh melakoni hidup ini. Jadi mari kita jaga lingkungan kita. Jangan rusak habitat air. Jangan rusak ekosistem kita. Kalau tidak musibah akan melanda.

[Continue reading...]

8 Februari 2016

Banjir di Jalan Binjai

- 0 komentar

Hari ini senin tanggal 8 Pebruari 2016 yang kebetulan tahun baru Tionghoa alias Imlek sehingga menjadi hari libur nasional. Karena ada urusan di kampung maka kami sekeluarga meluncur ke kampung kami jam 08.40. Kampung halaman kami didaerah yang bernama desa Sambirejo kecamatan Binjai kabupaten Langkat di propinsi Sumatera Utara. Jarak ditempuhnya lebih kurang 1 jam dari kediaman kami di kecamatan Medan Deli di kelurahan Titipapan dekat kawasan industri Medan (KIM) Mabar. Hari kami berangkat dalam suasana hujan dan banyak jalanan tergenang air.

Dijalan Asrama dekat kantor pajak ada genangan air dijalan. Dijalan Gatot Subroto depan Kodam I Bukit Barisan, depan Giant, simpang terminal Pinang Baris, km 16 dekat Wika juga tergenang air. Tetapi masih aman dan lancar. Dalam suasana masih hujan dari kami pacu kendaraan kami dan setelah sekitar satu jam kami tiba dikampung halaman. Bertemu kakak, abang keponakan tentunya. Hanya itu yang dapat kutemui karena kedua orang tua telah tiada. Fren kalau masih punyai tolong dirawat dan disayang karena mumpung masih hidup kalau sudah meninggal takkan bisa lagi merawat ortu.

Setelah urusan sana sini selesai kamipun pulang sekitar jam 15.30. Ketika melewati kebun Lada kami melihat banjir melanda warga dipinggir sungai. Ketika melewati perbatasan Binjai dengan Sunggal Deli Serdang genangan air menyambut kami dan sebelum Wika juga tergenang air. Kemudian perjalanan terus berlanjut. Memasuki kilometer 11 kendaraan sudah padat merayap . Untuk melalui jalan dari kilometer 11 sampai Terminal Pinang Baris kendaraan maju perlahan karena di sekitar perumahan kompleks Abdul Hamid jalan tergenang banjir deras sekitar 50 cm membuat jalanan lambat melewati genangan air tersebut. Ditambah lagi rendahnya kesabaran supir  yang tak sabar selalu ingin cepat dan didepan. Karena pelannya antara Abdul Hamid sampai membutuhkan waktu 2 jam. Waduh capek deh. Antrean panjang dari Kompleks Abdul Hamid hingga Kompleks Kodam tak terhindarkan. Minim Polantas mengatur jalan.

Jadi alangkah baiknya kawasan Pinang Baris ini segera dibangun flyover agar dapat mengurangi kemacetan.

Ternyata setelah sampai rumah googling menyatakan Kota Binjai lagi dilanda Banjir dikawasan terutama dikawasan rentan banjir. Jadi Binjai menjadi daerah banjir. Dengarlah sabar yang dilanda banjir dan semoga pemerintah terbuka otak dan pikiran dan perasaan memajukan rakyat karena pejabat itu abdi rakyat bukan pemeras rakyat

[Continue reading...]

3 Februari 2016

Dahsyatnya Narkoba Melebihi Terorisme

- 0 komentar

Peristiwa teror bom dikawasan Sarinah tanggal 14 Januari 2016 menghentakan jantung kita. Gaungnya sampai seluruh dunia. Korbanpun berjatuhan. Dahsyat dan sadis pelakunya , memilukan dan menakutkan. Teroris diburu dimana-mana digerebek dimana-mana tanpa ampun kitapun patut mengacungkan jempol dengan pemberantasan teroris. Sangat cepat dan tepat.

Tetapi bagaimana dengan kasus narkoba yang sangat memprihatinkan di negeri tercinta ini? Narkoba sudah beredar dimana-mana. Konsumennya juga telah menjangkau semua lapisan masyarakat . Dari mulai pejabat , kuli, pelajar, mahasiswa, guru, buruh, penjahat, anak-anak, kakek-kakek, nenek, ibu, bapak.  Bandarnya juga tersebar luas. Tetapi penanganannya tidak sistematis seperti pemberantasan teroris, mengapa? Padahal bahayanya saya kira lebih dahsyat daripada teroris. Berapa juta warga negara yang kecanduan narkoba? Berapa triliun kerugian yang ditimbulkan, berapa banyak korban jiwa yang timbul.  Berapa banyak warga negara yang rusak mental alias gila dan hancurnya sendi masyarakat? Mari kita bayangkan apa jadi negeri ini dimasa depan jika generasinya rusak? Harus kita cegah dan tanggulangi peredaran narkoba.

Kita melihat cara penanggulangan narkoba tidak seserius penanganan teroris padahal dampaknya jauh lebih serius, mengapa? Hanya Tuhan yang tahu. Yang menyediakan aksi oknum aparat yang melindungi peredaran narkoba, ada juga oknum aparat yang terlibat jaringan atau memback up bandar narkoba. Bagaimana greget penanggulangan narkoba ini terasa? Bagaimana pengawasan dilapangan bekerja,? Karena keseriusan dan koordinasi semua aparat. Janganlah sampai terjadi menangkap pemakai atau bandar kemudian melepas ketika memperoleh sejumlah uang. Janganlah memberi hukuman ringan karena menerima suap atau upeti. Coba kita bayangkan dampak kerusakan yang ditimbulkan bila dialami keluarga kita?

Marilah kata sadar dan bangun bersama memberantas narkoba karena memang sudah darurat narkoba di negeri ini. Marilah kita bersatu perangi narkoba.

[Continue reading...]

9 Desember 2015

9 Desember 2015 Pilkada Serentak di Indonesia

- 0 komentar

Tanggal 9 Desember 2015 merupakan hajatan pilkada serentak 2015. Seluruh Indonesia ada sekitar 826 pasangan calon kepala daerah di 269 daerah kabupaten/kota dan propinsi. Sebuah hajatan besar negeri ini yang langka.

Di Medan juga diadakan pilkada dengan menampilkan 2 calon pasangan yaitu
Calon dengan nomor urut 1 Eldin Dzulmi dan Achyar Nasution (BENAR)
Calon nomor urut 2  Politikus partai Demokrat Ramadhan Pohan dan Edi Kusuma (REDI).

Dari pengamatan penulis pilkada kali ini kurang semarak, mungkin hanya di TPS kami saja yang sepi. Karena warga mulai apatis . Seperti diketahui Walikota Medan dan Gubernur Sumut terpilih sedang menginap di hotel prodeo sehingga timbul malas datang ke TPS . Ada juga malas datang karena tidak mendapat undangan ke TPS. Buat apa memilih kepala daerah kalau akhirnya korupsi dan membodohi rakyat.  Masalah di daerah ini adalah banjir dan kesemerawutan kota. Lalu lintas kacau dimana angkot menjadi leader jalanan yang tak tersentuh hukum.  Sebenarnya kondisi yang memalukan jika melihat usia kota Medan yang sudah ratusan tahun keberadaannya. Belum lagi kegagalan pemerintah yang gagal memberikan kenyamanan warga di jalan dengan semrawutnya pedagang di sepanjang jalan sekitar pasar serta kemacetan yang diakibatkan parkir sembarangan di perkantoran modern dan pasar modern. Belum lagi kesadaran dan disiplin warganya yang rendah yang hanya menakuti mengandalkan beking belaka. Jangan heran jika ada pedagang kaki lima mengganggu pengguna jalan akan marah dan memanggil anaknya , abangnya, bapak ya atau paman yang punya kedudukan. Sungguh pedagang dan bekingnya yang tak bermoral.

Ada juga yang enggan memilih setelah "sebel" melihat aksi wakil rakyatnya di DPR yang dengan bangga membodohi rakyat yang di wakilinya pada sidang MKD yang terhormat  menjadi tak bermoral. Belum ada moral jika salah mundur malah balik menyalahkan orang lain, sangat konyol dan memalukan memang tetapi inilah yang terjadi dinegeri ini. Ada juga yang sakit hati melihat tim sukses pantainya hanya mengejar oposisi dan jabatannya. Siapapun yang terpilih bakal korupsi juga, katanya.

Kedepannya kita harapkan pemimpin terpilih benar-benar menjalankan amanah dengan membangun daerahnya secara baik demi kesejahteraan rakyat.

[Continue reading...]

Pelindo 1 Memperbaiki Jalan di Belawan

- 0 komentar

Pelindo 1 sedang mengerjakan perkerasan jalan (rigid) di pelabuhan Belawan. Proyek ini di maksudkan untuk meningkatkan pelayanan transportasi dari dan keluar Pelabuhan. Proyek rigid ini sepanjang 4,2 kilometer dengan waktu pengerjaannya mulai bulan September 2015 sampai dengan Mei 2016 memang sedang memacetkan lalu lintas dari dan ke Pelabuhan Belawan.


Perlu diketahui di pelabuhan Belawan terdapat beberapa unit usaha Pelindo 1 yaitu:
Pelabuhan Cabang Belawan
Belawan Container International Terminal (BICT)
Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB)
Rumah Sakit Pelabuhan Belawan
Unit Galangan Kapal
Prima Indonesia Logistik(PIL) merupakan anak Perusahaan


Proyek rigid ini diharapkan akan memperlancar arus barang dan petikemas serta arus logistik umumnya. Semoga misi Pelindo 1 yang ingin menjadi penyedia layanan kepelabuhan nomor 1 di Indonesia akan segera terwujud.

[Continue reading...]
 
Copyright © . FATAMORGANA - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger